Penerapan Ekologi Arsitektur Pada Mangrove Research Center di Kabupaten Kaimana Papua Barat
DOI:
https://doi.org/10.52429/grid.v2i2.20Keywords:
Ekologi Arsitektur, Mangrove, Perancangan, Research CenterAbstract
Keberadaan mangrove memiliki beberapa manfaat terhadap perubahan iklim global, ekosistem flora dan fauna, dan ekonomi masyarakat. Kabupaten Kaimana memiliki potensi terhadap keberadaan mangrove terbaik. Dengan kapasitas mangrove 76.000 Ha hutan mangrove, dari total 3.489 Ha mangrove di indonesia. Tidak adanya pengolahan dan pemahaman terhadap potensi keberadaan mangrove menyebabkan kerusakan habitat mangrove di kabupaten Kaimana tiap tahunnya mengalami penurunan. Untuk mencegah kerusakan dan pemahaman tentang keberadaan potensi mangrove, perlu adanya sarana kegiatan mangrove, yang berkaitan dengan edukasi, pembibitan dan wisata bahari (Mangrove Research Center). Untuk mendukung perancangan mangrove research center tema pendekatan yang digunakan menerapkan dan memanfaatkan ekosistem lingkungan (alam) sebagai sumber utama. Sehingga tema pendekatan yang digunakan adalah ekologi arsitektur. Dalam perancangan ekologi arsitektur hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan diharapkan dapat saling menguntungkan dan memberikan dampak baik, bagi masyarakat akan kepedulian lingkungan sehingga tercipta kawasan kota produktif yang berwawasan lingkungan.