Tinjauan Desain Arsitektur Gedung SMP Muhammadiyah Sawit Boyolali Terhadap Konsep Ketidakberaturan Horisontal Sesuai SNI 1726-2019

Authors

  • Guntur Nugroho Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Dody Irnawan Universitas Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.52429/grid.v5i1.52

Keywords:

Sekolah Menengah Pertama, Analisis Tapak, Ketidakberaturan Struktur

Abstract

Negara Indonesia mempunyai banyak wilayah yang rawan gempa karena terdapat beberapa jalur aktif gempa seperti jalur gempa Mediteranian dan jalur gempa Circum Pasifik. Dengan kondisi wilayah rawan gempa tersebut, bangunan di Indonesia harus didesain sesuai kaidah peraturan gedung tahan gempa. Bentuk-bentuk bangunan merupakan parameter penting dalam perencanaan struktur tahan gempa. Salah satu prinsip dasar dalam perencanaan bangunan tahan gempa adalah regularity atau reguleritas/keteraturan bentuk bangunan. Pada penelitian ini akan melakukan desain dengan mempertimbangkan aspek ketidakberaturan secara harisontal sesuai dengan SNI 1726 2019. Objek penelitian adalah Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Sawit Boyolali. Penelitian di fokuskan pada analisis keadaan ruangan, analisis lokasi tapak dan analisis ketidakberaturan horisontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan desain ukuran ruangan terdapat ruang olah raga yang tidak memenuhi kriteria. Analisi lokasi tapak menunjukkan bahwa lokasi yang dipilih sebagai Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah sudah sesuai kriteria lokasi bangunan sekolahan.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Guntur Nugroho, & Dody Irnawan. (2023). Tinjauan Desain Arsitektur Gedung SMP Muhammadiyah Sawit Boyolali Terhadap Konsep Ketidakberaturan Horisontal Sesuai SNI 1726-2019. Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment, 5(1), 44–50. https://doi.org/10.52429/grid.v5i1.52

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.