Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis

Authors

  • Muhammad Bayu Panatagama Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Endy Marlina Universitas Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52429/grid.v5i2.55

Keywords:

Arsitektur Tropis, Pasar Tradisional, Redesain

Abstract

Pasar Kelapa merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Cilegon. Pasar ini berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan 12,07% perdagangan besar dan eceran. Namun ada beberapa permasalahan yang menyebabkan masyarakat jarang mengunjungi pasar ini sehingga membuat pasar ini disebut dengan pasar setengah hari. Permasalahan tersebut antara lain banjir, ventilasi yang tidak memadai, parkir yang tidak tertata, dan terbatasnya ruang pengunjung. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain ulang bangunan pasar. Pasar ini didesain ulang dengan menggunakan arsitektur tropis, mengingat pasar ini terletak di Cilegon, yang beriklim hutan basah tropis dan musim hujan di Cilegon hampir sepanjang tahun. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan timur-barat dapat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Ventilasi silang diterapkan pada bangunan untuk menciptakan ventilasi yang cukup dan juga perlunya perbedaan tingkat ketinggian antara lokasi dan bangunan untuk merespon banjir.

Downloads

Published

2023-12-29

How to Cite

Muhammad Bayu Panatagama, & Endy Marlina. (2023). Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis. Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment, 5(2), 67–73. https://doi.org/10.52429/grid.v5i2.55

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.