Redesain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semanggi Di Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic

Authors

  • Rullyanto Rukmono Universitas Surakarta
  • Dwi Ely Wardani Universitas Surakarta
  • Lidi Wilaha Universitas Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.52429/grid.v6i2.68

Keywords:

Rusunawa, Hunian, Redesain, Biofilik

Abstract

Permukiman kumuh merupakan permasalahan yang selalu ada di Kota dan Perkotaan saat ini, seperti halnya Kota Surakarta dengan jumlah penduduk 522.728 jiwa dan menempati urutan ke-tiga sebagai kota besar di Propinsi Jawa Tengah. Berdasarkan identifikasi kualitas hunian dan penetapan lokasi permukiman kumuh yang telah dilaksanakan oleh pemerintah setempat, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon menjadi fokus penanganan masalah permukiman kumuh di Kota Surakarta. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semanggi adalah hunian vertical yang dibangun untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan mulai berfungsi pada tahun 2010. Karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni maka dibutuhkan Redesain terhadap Rusunawa Semanggi tersebut, sehingga menjadi layak huni dan sesuai fungsi. Arsitektur Biophilic menjadi pendekatan pada tema redesain Rusunawa karena desaian biophilic menitikberatkan pada perwujudan hubungan positif antara manusia dan alam di tempat-tempat yang memiliki makna budaya dan ekologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental manusia.

Downloads

Published

2024-12-31

How to Cite

Rullyanto Rukmono, Dwi Ely Wardani, & Lidi Wilaha. (2024). Redesain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semanggi Di Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic. Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment, 6(2), 77–87. https://doi.org/10.52429/grid.v6i2.68

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.